Saturday, February 23, 2008

Politik Erdogan dan Islamisasi Turki

Turki, sebuah negara yang akhir-akhir ini lebih dikenal sebagai negara sekuler. Negara yang menjadi pembicaraan oleh karena Mustafa Kemal Ataturk-nya yang berperan dalam menyusupkan ideologi sekuler di negara yang menjadi perbatasan antara Asia dan eropa ini.

Di negara inilah sebuah politik cantik dimainkan oleh partai-partai Islam dalam mengislamisasikan kembali Turki yang dulu sempat menjadi pusat kekhalifahan Islam. Mulai dari Necmettin Erbakan yang kita kenal sebagai pimpinan Partai islam Refah hingga Tayyip Erdogan yang juga muridnya yang berjuang melalui Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Dengan tidak meninggalkan sekularisme secara blak-blakan, mereka akhirnya bisa berkuasa melalui mekanisme konstitusional dan demokratis serta semakin diterima di masyarakat nagara.

Ada dua macam strategi yang dipilih gerakan Islam Turki dalam menciptakan perubahan Islam di turki. Pertama, Islamisasi dari bawah ke atas. Strateginya adalah dengan melancarkan aksi islamisasi secara intensif pada sektor tertentu yang berpengaruh kuat pada negara dan memiliki hubungan dekat dengan pusat kekuasaan. Dasar teologisnya adalah Al-Quran yang menganjurkan perubahan secara bertahap.kelompok ini berusaha memperkuat eksistensi dirinya terlebih dahulu, kemudian mengaktualisasikan tuntutan kemodernannya. Kelompok yang menjalankan strategi ini diantaranya adalah An Nur gerakan salamiyah, Nasyahbandi, refah, Fadhilah, dan Partai Keadilan dan Pembangunan yang sedang berkuasa.

Kedua, Islamisasi dari atas ke bawah. Upaya yang diusung Hizbullah Turki, IBDA-C, dan kekuatan Islam Radikal lainnya ini berupaya mendirikan negara islam melalui revolusi atau pembangkangan rakyat atau aksi kekerasan, serta politisasi kelompok-kelompok keagamaan tradisional dengan cara melancarkan aksi teroris dan konspirasi. Mereka sangat terpengaruh pada revolusi Iran 1979. menurut mereka negara islam tidak akan dapat berdiri tanpa konfrontasi dengan pemerintah dan berjihad rela mati.

Politik Non-Konfrontatif

Adalah Raceb Thayib Erdogan, orang dibalik suksesnya generasi kedua gerakan Islam di Turki. Melalui poltik non-konfrontatifnya, Erdogan berhasil membuat islamisasi di Turki berjalan dengan terencana. Apalagi setelah partai islam menang mayoritas di parlemen.

Erdogan berusaha menjauhkan diri dari identitas Islamis yang dianggap anti sekularismr Kemalis. Erdogan kerap menegaskan bahwa dirinya bukan partai yang berlandaskan agama, dan tidak ada yang dapat mengatakan bahwa mereka adalah partai keagamaan atau partai yang berbasis agama. Dia juga bersumpah untuk tidak mengusik lifestyle-nya orang-orang Turki.

Sikap kepedulian sosial tinggi yang diperlihatkan Erdogan pada rakyatnya juga kian membuatnya kian melambung tinggi. Dengan komitmen dan kejujuran pada kemaslahatan rakyat Erdogan juga mampu mengatasi berbagai krisis di negara Turki.

Tidak hanya itu, melalui politik keteladanan dan prestasi, konsolidasi, networking, educate counter elite dan cinta yang dilakoni Erdogan secara konsisten membuat dirinya lebih dipercaya masyarakat dan merupakan modal utama dalam meraih kemenangan besar.

Sumber :Ust Musholi


0 komentar: